Pengadilan Agama Sumenep

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

PENGADILAN AGAMA SUMENEP

Hakim PA Sumenep Ikuti Pelatihan Kelas Intensif Berkelanjutan Kerjasama Mahkamah Agung dengan Tempo Institute

(Screenshoot Peserta Pelatihan)

Sumenep – Hakim Pengadilan Agama Sumenep Sapuan, S.H.I., M.H. kembali mengikuti Pelatihan Kelas Intensif dengan tema Argumentasi Gagasan Pengadilan di Media Massa hasil kerjasama Balilbangdiklat Mahkamah Agung RI dengan Tempo Institute.

Baca juga : Bekerja dengan Media Siaran Pers

Pelatihan yang dilaksanakan secara daring dari tempat kerja masing-masing ini dimulai sejak Senin, 15 Maret 2021 sampai dengan Kamis, 18 Maret 2021 dengan metode kombinasi pelatihan di mana sehari mengikuti pertemuan dan sehari tugas mentoring.

Hakim PA Sumenep tampak serius mengkuti materi mentoring

Dalam pelatihan/webinar ini, materi difokuskan pada tiga sesi materi utama yakni : Kriteria Tulisan Opini di Media Massa oleh Sukma Loppies, Membangun Argumentasi oleh Jajang Jamaluddin dan Teknik Menulis Opini oleh Iwan Kurniawan. Ketiga pemateri adalah wartawan senior dan kontributor tetap koran Tempo.

Peserta pelatihan ini berjumalh 159 orang peserta yang berasal dari 4 (empat) lingkungan peradilan di bawah Mahkamah Agung RI dan peserta dibagi ke dalam 3 (tiga) Batch.

Hakim PA Sumenep mendapatkan kelompok Batch 3 dan dalam evaluasinya mendapatkan nilai terbaik dengan hasil nilai evaluasi akhir 95.

Baca juga : Tingkatkan Publikasi Media Satker, Hakim PA Sumenep Ikuti Pelatihan Jurnalistik

Dengan adanya mentoring ini diharapkan dapat menambah kemampuan aparatur untuk menyampaikan gagasan satuan kerja melalui media massa dan juga lebih meningkatkan transparansi serta akuntabilitas kinerja ke depannya.

Dihubungi usai pelatihan, Hakim PA Sumenep mengatakan sangat senang bisa menimba pengalaman dari mentoring dan pendampingan para fasilitator.

“Adanya mentoring/webinar dengan tema besar menyampaikan gagasan dan ide pengadilan di media massa ini saya sangat terbantu dalam menuangkan pemikiran dan ide ke dalam tulisan. Dan tugas mentor yang diberikan bisa mengasah kemampuan kritis kita untuk menyampaikan ide kepada publik,” tutupnya.

Tinggalkan komentar