1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer>

Headline : -

  • Penyelesaian Perkara

    KMA: “PENYELESAIAN PERKARA DI MAHKAMAH AGUNG DAN TINGKAT BANDING PALING LAMA 3 BULAN DAN TINGKAT PERTAMA 5 BULAN”

    Wakatobi – Humas : Upaya percepatan penanganan perkara baik di Mahkamah Agung maupun di pengadilan terus-menerus dilakukan. MA telah mengeluarkan regulasi untuk memastikan percepatan penanganan perkara dapat berjalan efektif. Untuk penanganan perkara di MA, telah diterbitkan SK KMA Nomor 119/SK/KMA/VII/2013, sedangkan untuk pengadilan tingkat pertama dan banding telah diatur dalam SEMA Nomor 2 Tahun 2014.

    Menurut peraturan tersebut, “MA harus memutus paling lama 3 bulan setelah perkara tersebut diterima oleh Ketua majelis kasasi/PK. Sedangkan untuk penyelesaian perkara tingkat banding dan tingkat pertama harus dilakukan paling lambat masing-masing 3 bulan dan 5 bulan”,
    Demikian disampaikan Ketua Mahkamah Agung Dr.H.M Hatta Ali, SH., MH dalam kegiatan pembinaan teknis dan administrasi yustisial bagi pimpinan pengadilan, hakim, dan panitera/sekretaris pengadilan tingkat banding dan tingkat pertama se-Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, Sabtu (3/5/2014) di Wakatobi Sulawesi Tenggara.

    Hadir bersama Ketua MA, Wakil Ketua MA Bidang Yudisial dan seluruh Ketua Kamar kecuali Kamar Pidana. Mereka menyampaikan pembinaan mengenai isu-isu terkini yang substansinya berkaitan dengan bidang kewenangannya masing-masing.
    Dalam pembinaannya Ketua Mahkamah Agung memaparkan bahwa untuk dapat merealisasikan jangka waktu memutus perkara di bawah 3 bulan, Ia telah melakukan perubahan besar dalam sistem pemeriksaan perkara.

    MA telah melakukan perubahan revolusioner dalam sistem pemeriksaan berkas perkara kasasi dan peninjauan kembali. Sejak 1 Agustus 2013, sistem pemeriksaan berkas dilakukan secara serentak atau bersamaan menggantikan sistem membaca bergiliran yang telah berlangsung lama, ujar Ketua MA.

    Untuk mendukung efektifitas sistem baru ini, MA pun menerbitkan SEMA 1 Tahun 2014. Melalui SEMA ini, MA mewajibkan pengadilan untuk menyertakan e-dokumen dari sebagian berkas Bundel B dalam setiap permohonan kasasi dan peninjauan kembali. E-Dokumen yang dikirim ke MA ini, kata Ketua MA, akan menjadi bahan bagi para hakim agung dalam membaca berkas.

    Kita akan mengarah kepada sistem pemeriksaan beras berbasis e-dokumen, karena jika tidak, sistem membaca serentak akan berdampak pada peningkatan penggunaan alat tulis kantor (kertas) jelas Ketua MA.

    Sistem baru yang diterapkan MA ini ternyata telah membawa dampak positif bagi peningkatan produktifitas dalam memutus perkara. Berdasarkan data yang disampaikan pada laporan tahunan MA 2013, MA telah memutus perkara di tahun tersebut sebanyak 16.034 perkara. Jumlah ini meningkat 45,83% dari tahun sebelumnya. Peningkatan produktifitas MA ini, antara lain dipicu oleh adanya perubahan sistem memeriksa berkas tersebut.

    Sementara mengenai jangka waktu penanganan perkara di pengadilan tingkat pertama dan banding, Ketua MA optimis pengadilan tingkat banding dan tingkat pertama pun bisa melakukan percepatan penyelesaian perkara.

    Saya sudah mendapat laporan dari beberapa pengadilan tinggi yang telah menyusun SOP untuk memastikan pengadilannya dapat menyelesaikan perkara sesuai SEMA 2 Tahun 2014, ungkap Ketua MA.

    Sebelum mengikuti pembinaan yang disampaikan oleh Pimpinan MA, para peserta yang berjumlah 127 orang ini mengikuti sosialisasi dengan nara sumber Panitera MA, Panmud Perdata, Sekretaris Kepaniteraan, dan Koordinator Data dan Informasi Kepaniteraan, Sabtu pagi hingga siang (3/5/2014).

    Materi sosialisasi yang disampaikan oleh Panitera dan Tim-nya ini difokuskan pada mekanisme pengiriman e-dokumen untuk permohonan kasasi dan peninjauan kembali. MA sangat berkepentingan dengan sosialisasi ini, karena kepatuhan terhadap SEMA 1 2014 berpengaruh pada keberhasilan sistem membaca berkas bersama.

    MA telah menerapkan sistem membaca berkas bersama sejak 1 Agustus tahun lalu. Sistem ini akan efektif jika didukung kepatuhan pengadilan dalam mengirimkan e-dokumen, ujar Soeroso Ono pada saat menutup sesi sosialisasi SEMA 1 2014, Sabtu siang (03/05/2014).

    Selain mengikuti materi pembinaan seputar pengiriman e-dokumen, sebelumnya para peserta juga mengikuti pembinaan yang disampaikan oleh para eselon I Mahkamah Agung. Kegiatan pembinaan oleh Ka BUA, Dirjen Badilum, Dirjen Badilmiltun dan Panitera ini dilaksanakan pada Jum’at (2/5/2014).

    Pembinaan oleh Para Pimpinan MA merupakan sesi terakhir dari serangkaian acara pembinaan teknis dan administrasi yustisial. Dua sesi sebelumnya adalah pembinaan oleh para eselon I dan sosialisasi SEMA 1 Tahun 2014. Dari serangkaian kegiatan pembinaan Ketua MA yang telah dilaksanakan selama tahun 2013 dan 2014, pembinaan di Wakatobi merupakan kegiatan pembinaan dengan durasi waktu terlama. Dimulai pada pukul 20.00 (Sabtu , 03/05) dan baru berakhir pada pukul 01.30 dini hari (4/5). Berlangsung selama 5, 5 jam, pembinaan bidang teknis dan administrasi yustisial tetap berlangsung antusias.

    Antusiasme peserta ini selain karena “gaya” penyampaian materi oleh Ketua MA yang tidak membosankan, juga karena materinya seputar pelaksanaan tugas sehari-hari. Sebagaimana pembinaan sebelumnya, Ketua MA menyampaikan materi pembinaan seputar persoalan teknis dan administrasi yustisial berdasarkan laporan yang diterimanya melalui surat-surat yang ditujukan kepada Ketua MA.

    Pembinaan pimpinan MA ke daerah merupakan tradisi baru yang digagas oleh Ketua MA, Hatta Ali. Tradisi ini menggantikan agenda tahunan Rakernas yang dinilai kurang efektif. Menurut Ketua MA, Rakernas hanya diikuti oleh kalangan terbatas yaitu pimpinan ketua pengadilan tinggi dan tingkat pertama kelas I.A.

    Proses desiminasi informasi hasil Rakernas pun oleh para peserta tidak berjalan dengan baik. Sejak digulirkannya kebijakan pembinaan langsung ke daerah, Pembinaan di Wakatobi ini merupakan kali ke 17. Ketua MA berharap daerah yang belum dilakukan pembinaan langsung, dapat diselesaikan hingga akhir tahun ini, termasuk daerah-daerah yang selama ini belum tersentuh pembinaan, terutama yang banyak pembentukan pengadilan baru.

    Dengan model pembinaan langsung seperti ini, peserta lebih menyeluruh dan kami pun bisa menyerap aspirasi langsung. Kesempatan tanya jawab pun lebih luas, ujar Ketua MA.

  • PELANTIKAN HAKIM TINGGI

    PTA Surabaya gelar pelantikan 4 Hakim Tinggi dan 8 Ketua Pengadilan Agama serta Wakil Panitera PTA Surabaya

    Bertempat di aula Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya, kamis (30/1/2014) dilangsungkan Upacara Pelantikan 4 (empat) Hakim Tinggi PTA Sutabaya, Pelantikan dan Serah Terima Jabatan 8 (delapan) Ketua Pengadilan Agama di wilayah Jawa Timur Dan Pelantikan Wakil Panitera PTA Surabaya.

    20140130 pelatikan2Dalam suasana yang penuh khidmat, tepat pukul 09:00 WIB, Ketua PTA Surabaya Dr. H. M. Rum Nessa, S.H., M.H. memasuki ruang upacara pelantikan. Acara dimulai dengan pembacaan Surat Kepetusan, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan Wakil Panitera PTA Surabaya dan 8 (delapan) Ketua Pengadilan Agama.

    Pada kesempatan ini, seluruh pejabat yang akan dilantik membaca Pakta Integritas yang dipimpin oleh seorang Hakim Tinggi yang dilantik. Dihadapan Ketua PTA Surabaya secara bergantian dilakukan penandatanganan Pakta Integritas. Acara dilanjutkan dengan prosesi pelantikan yang dilakukan langsung oleh Ketua PTA Surabaya kepada 4 (empat) Hakim Tinggi, 8 (delapan) Ketua Pengadilan Agama, dan Wakil Panitera PTA Surabaya, diikuti dengan lagu Bagimu Negeri.

    Ikut hadir dalam acara tersebut Ketua PTA Bandung Dr. H. Chatib Rasyid, S.H., M.H., Ketua PTA Mataram Drs.H.A. Karim A. Razak, S.H., M.H., Ketua PTA Palembang Drs. Yasmidi, S.H., M.H., dan Wakil Ketua PTA Semarang Drs. H.M. Said Munji, S.H., M.H., serta Ketua, Wakil Ketua dan Panitera/Sekretaris Pengadilan Agama se Jawa Timur.

    20140130 pelatikan1

    Foto pelantikan Hakim Tinggi PTA Surabaya, Ketua Pengadilan Agama dan Wakil Panitera PTA Surabaya

    Hakim Tinggi yang dilantik :

    1. Drs H. Zubair Masruri, S.H.

    2. Drs. H. Busro Bin Mustahal, S.H., M.S.I.

    3. H.M. Munir Achmad, S.H., M.Hum.

    4. Drs. H. Moh. Chamid, S.H., M.H.

    Ketua Pengadilan Agama yang dilantik :

    1. Agus Purwanto, S.H. menjadi Ketua PA Banyuwangi

    2. Drs. Ilham Abdullah, S.H., M.Kn. menjadi Ketua PA

    3. Drs. M. Edy Afan, M.H. menjadi Ketua PA Kota Kediri

    4. Drs. H. Abd. Salam, S.H., M.H. menjadi Ketua PA Magetan

    5. Drs. H, Mudjahidin A.R., M.Hum. menjadi Ketua PA Pamekasan

    6. Drs. Musaddad Zuhdi, M.H. menjadi Ketua PA Pacitan

    7. Drs. H.M. Munawan, S.H., M.Hum. menjadi Ketua PA Trenggalek

    8. Drs. H. Muhammad Syafi, S.H., M.H. menjadi Ketua PA Kangean

    Wakil Panitera PTA Surabaya :

    H. Syaifuddin Latief, S.H.

  • SEMINAR HUKUM PENGADILAN AGAMA DI SUMENEP

    SEMINAR HUKUM PENGADILAN AGAMA

    SE-WILAYAH PTA SURABAYA

    DI KOTA SUMENEP

    Pansek, Wakil Ketua, Ketua PTA Surabaya dan Ketua PA.Sumenep

    Tepatnya di hari Kamis dan Jum’at, tanggal 9-10 Januari 2014 bertempat di Hotel C I Kota Sumenep, Pengadilan Agama Koordinator Sumenep menyelenggarakan acara Diskusi Hukum yang diikuti oleh Ketua, Wakil Ketua dan Pansek PA Se-Jawa Timur serta Wakil Ketua dan Hakim Se-Koordinator Madura (PA.Bangkalan, PA.Sampang, PA.Pamekasan, PA. Sumenep,dan PA Kangean)

    Hadir sebagai Nara Sumber Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya Dr. H. M. Rum Nessa, M.Hum. Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya Drs. Amran Suadi, SH, MH., para Hakim Tinggi.

    Pembukaan diskusi dimulai pada pukul 19.30 WIB tanggal 9 Januari 2014 dengan pembawa acara Elly Kusdiana Hobaidah, S.Ag. dari Pengadilan Agama Sumenep.

    Selanjutnya sambutan-sambutan, sambutan pertama disampaikan Wakil Ketua Pengadilan Agama Sumenep selaku Ketua Panitia dan Sambutan kedua disampaikan oleh Ketua Pengadilan Agama Sumenep selaku Ketua Koordinator Madura, yang pada pokoknya mengucapkan Selamat Datang dan Terimakasih atas kehadiran Bapak Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, para Hakim Tinggi yang berkesempatan hadir,

    Selanjutnya sambutan-sambutan, sambutan pertama disampaikan Wakil Ketua Pengadilan Agama Sumenep selaku Ketua Panitia dan Sambutan kedua disampaikan oleh Ketua Pengadilan Agama Sumenep selaku Ketua Koordinator Madura, yang pada pokoknya mengucapkan Selamat Datang dan Terimakasih atas kehadiran Bapak Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, para Hakim Tinggi yang berkesempatan hadir,

    Ketua Pengadilan Agama Sumenep dalam sambutannya mengungkapkan, Seminar Hukum kali ini agak berbeda dengan diskusi-diskusi sebelumnya, ia mengungkapkan bahwa kalau diskusi terdahulu tema yang diusung tidak lepas dari kata “Dengan Diskusi ini kita......” akan tetapi seminar kali ini bertajuk “ PEMBARUAN HUKUM ISLAM MENUJU PERADILAN AGAMA YANG MODERN” yang kajiannya konsentrasi pada penyelesaian sengketa ekonomi syariah di pengadilan agama.

    Sambutan yang ketiga oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, tak lupa Beliau mengucapkan terimakasih kepada panitia dan seluruh peserta yang hadir dalam Acara Pembukaan Diskusi Hukum. Menurut beliau, Diskusi ini sangat penting bagi para Aparat Peradilan Agama utamanya untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dalam penyelesaian sengketa ekonomi syariah’. Dalam sambutannya Bapak Ketua PTA Surabaya juga menyampaikan beberapa diantaranya beliau mengungkapkan bahwa Pemilihan Makalah ekonomi syariah yang dianggap urgen dari sekian makalah yang masuk, diharapkan agar timbul pikiran-pikiran atau ide-ide yang bisa menyatukan persepsi hakim di wilayah PTA Surabaya.

    Setelah menyampaikan sambutannya tersebut Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya membuka secara resmi Seminar Hukum dengan ucapan Basmalah.

    Acara Pembukaan Seminar Hukum ini ditutup dengan Pembacaan Doa oleh salah satu hakim Pengadilan Agama Sumenep yang telah dipromosikan sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Kangean Drs. H. Imam Farok . pada pukul 20.30WIB.

    Kemudian pada esok harinya tepat pukul 07.30 WIB Acara Diskusi Hukum dimulai dan dipandu oleh moderator diskusi yang pertama Dra. Farhanah, M.H. (Hakim Pengadilan Agama Pamekasan).

    Makalah pertama berjudul : “PENYELESAIAN SENGKETA ATAU KEPERDATAAN LAIN DALAM PERKARA EKONOMI SYARIAH”. Disampaikan oleh Nurul Drs. Achmad Nurul Huda, S.H, MH (Wakil Ketua Pengadilan Agama Bangkalan).

    Setelah pemakalah pertama selesai pukul 09.30 WIB, dilanjutkan dengan Acara Diskusi Hukum yang Kedua dimulai dan dipandu oleh moderator diskusi Drs. H. Misbah, M.H. dari Pengadilan Agama Sampang. Makalah kedua berjudul “PERBUATAN MELAWAN HUKUM (DHAMA AL “UDWAN) DALAM KEGIATAN EKONOMI ISLAM”. Disusun oleh : Drs. H. MUHDI KHOLIL, SH., MH, MM. (Ketua Pengadilan Agama Kangean ).

    Acara seminar ini berlangsung hangat, bahkan dapat dikatakan cukup panas dengan petanyaan dan kritikan tajam kepada para pemakalah, mulai pemakalah pertama sampai akhir seminar, bahkan Drs. A. Rofiq ZA. (hakim PA Sampang) salah satu peserta seminar  dalam kritikannya mengatakan bahwa pemakalah I sudah berada dalam kesesatan dan harus diselamatkan agar kembali ke jalan yang benar”

    diakhir acara diskusi ini ditutup oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya yang pada pokoknya menyampaikan bahwa seminar hukum kali inii berlangsung sukses sesuai dengan harapan.

  • Supervisi Pengawasan dan Pembinaan PA Sumenep

    SUMENEP3PA Sumenep

    Hari Kamis tanggal 27 Juni 2013 Bapak Drs. H. M. Rum Nessa, S.H., M.H. Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya dan Bapak Amran Suadi, S.H. M.H. Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya beserta beberapa Hakim Tinggi Pengadilan tinggi Agama Surabaya telah tiba di Pengadilan Agama Sumenep.

    Kunjungan ini dalam rangka pengawasan Hakim Tingi Pengawas Daerah sekaligus pembinaan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya kepada seluruh jajaran di Pengadilan Agama Sumenep.

    Sebelum memberikan Pembinaan, Bapak Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya sempat keliling ruangan-ruangan yang ada di Pengadilan Agama Sumenep terutama yang berhubungan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan, diantaranya Ruang POSBAKUM, Ruang Meja Informasi, Ruang Mediasi, Ruang Sidang, Ruang Kasir, Bank dan Ruang Pengambilan Akta Cerai.

    Kemudian acara kunjungan ini dilanjutkan dengan pembinaan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya.

    Dalam pembinaannya Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya mengemukakan tentang pentingnya kerjasama yang baik antara Ketua, Wakil Ketua, Panitera/Sekretaris dan seluruh jajaran di Pengadilan Agama.

    Acara pembinaan dilanjutkan dengan ekspose hasil pengawasan dari Hakim Tinggi Pengawas, yang hasilnya dirumuskan dalam bentuk buku laporan yang diserahkan kepada Ketua Pengadilan Agama Sumenep yang kemudian akan ditindaklanjuti dengan perbaikan hasil pengawasan;

    Esok harinya, pada hari Jum’at, tanggal 28 Juni 2013, pembinaan dilanjutkan oleh Bapak Ketua Pengadilan Tinggi Agama yang didampingi Ibu dan Bapak Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama beserta Ibu kepada Seluruh Karyawan dan Dharma Yukti Karini Pengadilan Agama Semenep.

    Dalam pembinaan kali ini, Bapak Ketua Pengadilan TInggi Agama Surabaya, menekankan pentingnya dukungan dari isteri-isteri sebagai Dharma Yukti Karini dalam mendukung kinerja Pegawai Pengadilan Agama Sumenep.

Image 1
 

Framework PTA Surabaya

SIADPA Online

Infoperkara Badilag

Forum Laskar SIADPA

Forum SIADPA

SMS Pengaduan

SMS Pengaduan

Penyelesaian Perkara

Written by Moh. Ridwan, SHI

06 May 2014

KMA: “PENYELESAIAN PERKARA DI MAHKAMAH AGUNG DAN TINGKAT BANDING PALING LAMA 3 BULAN DAN TINGKAT PERTAMA 5 BULAN”

Wakatobi – Humas : Upaya percepatan penanganan perkara baik di Mahkamah Agung maupun di pengadilan terus-menerus dilakukan. MA telah mengeluarkan regulasi untuk memastikan percepatan penanganan perkara dapat berjalan efektif. Untuk penanganan perkara di MA, telah diterbitkan SK KMA Nomor 119/SK/KMA/VII/2013, sedangkan untuk pengadilan tingkat pertama dan banding telah diatur dalam SEMA Nomor 2 Tahun 2014.

Menurut peraturan tersebut, “MA harus memutus paling lama 3 bulan setelah perkara tersebut diterima oleh Ketua majelis kasasi/PK. Sedangkan untuk penyelesaian perkara tingkat banding dan tingkat pertama harus dilakukan paling lambat masing-masing 3 bulan dan 5 bulan”,
Demikian disampaikan Ketua Mahkamah Agung Dr.H.M Hatta Ali, SH., MH dalam kegiatan pembinaan teknis dan administrasi yustisial bagi pimpinan pengadilan, hakim, dan panitera/sekretaris pengadilan tingkat banding dan tingkat pertama se-Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, Sabtu (3/5/2014) di Wakatobi Sulawesi Tenggara.

Hadir bersama Ketua MA, Wakil Ketua MA Bidang Yudisial dan seluruh Ketua Kamar kecuali Kamar Pidana. Mereka menyampaikan pembinaan mengenai isu-isu terkini yang substansinya berkaitan dengan bidang kewenangannya masing-masing.
Dalam pembinaannya Ketua Mahkamah Agung memaparkan bahwa untuk dapat merealisasikan jangka waktu memutus perkara di bawah 3 bulan, Ia telah melakukan perubahan besar dalam sistem pemeriksaan perkara.

MA telah melakukan perubahan revolusioner dalam sistem pemeriksaan berkas perkara kasasi dan peninjauan kembali. Sejak 1 Agustus 2013, sistem pemeriksaan berkas dilakukan secara serentak atau bersamaan menggantikan sistem membaca bergiliran yang telah berlangsung lama, ujar Ketua MA.

Untuk mendukung efektifitas sistem baru ini, MA pun menerbitkan SEMA 1 Tahun 2014. Melalui SEMA ini, MA mewajibkan pengadilan untuk menyertakan e-dokumen dari sebagian berkas Bundel B dalam setiap permohonan kasasi dan peninjauan kembali. E-Dokumen yang dikirim ke MA ini, kata Ketua MA, akan menjadi bahan bagi para hakim agung dalam membaca berkas.

Kita akan mengarah kepada sistem pemeriksaan beras berbasis e-dokumen, karena jika tidak, sistem membaca serentak akan berdampak pada peningkatan penggunaan alat tulis kantor (kertas) jelas Ketua MA.

Sistem baru yang diterapkan MA ini ternyata telah membawa dampak positif bagi peningkatan produktifitas dalam memutus perkara. Berdasarkan data yang disampaikan pada laporan tahunan MA 2013, MA telah memutus perkara di tahun tersebut sebanyak 16.034 perkara. Jumlah ini meningkat 45,83% dari tahun sebelumnya. Peningkatan produktifitas MA ini, antara lain dipicu oleh adanya perubahan sistem memeriksa berkas tersebut.

Sementara mengenai jangka waktu penanganan perkara di pengadilan tingkat pertama dan banding, Ketua MA optimis pengadilan tingkat banding dan tingkat pertama pun bisa melakukan percepatan penyelesaian perkara.

Saya sudah mendapat laporan dari beberapa pengadilan tinggi yang telah menyusun SOP untuk memastikan pengadilannya dapat menyelesaikan perkara sesuai SEMA 2 Tahun 2014, ungkap Ketua MA.

Sebelum mengikuti pembinaan yang disampaikan oleh Pimpinan MA, para peserta yang berjumlah 127 orang ini mengikuti sosialisasi dengan nara sumber Panitera MA, Panmud Perdata, Sekretaris Kepaniteraan, dan Koordinator Data dan Informasi Kepaniteraan, Sabtu pagi hingga siang (3/5/2014).

Materi sosialisasi yang disampaikan oleh Panitera dan Tim-nya ini difokuskan pada mekanisme pengiriman e-dokumen untuk permohonan kasasi dan peninjauan kembali. MA sangat berkepentingan dengan sosialisasi ini, karena kepatuhan terhadap SEMA 1 2014 berpengaruh pada keberhasilan sistem membaca berkas bersama.

MA telah menerapkan sistem membaca berkas bersama sejak 1 Agustus tahun lalu. Sistem ini akan efektif jika didukung kepatuhan pengadilan dalam mengirimkan e-dokumen, ujar Soeroso Ono pada saat menutup sesi sosialisasi SEMA 1 2014, Sabtu siang (03/05/2014).

Selain mengikuti materi pembinaan seputar pengiriman e-dokumen, sebelumnya para peserta juga mengikuti pembinaan yang disampaikan oleh para eselon I Mahkamah Agung. Kegiatan pembinaan oleh Ka BUA, Dirjen Badilum, Dirjen Badilmiltun dan Panitera ini dilaksanakan pada Jum’at (2/5/2014).

Pembinaan oleh Para Pimpinan MA merupakan sesi terakhir dari serangkaian acara pembinaan teknis dan administrasi yustisial. Dua sesi sebelumnya adalah pembinaan oleh para eselon I dan sosialisasi SEMA 1 Tahun 2014. Dari serangkaian kegiatan pembinaan Ketua MA yang telah dilaksanakan selama tahun 2013 dan 2014, pembinaan di Wakatobi merupakan kegiatan pembinaan dengan durasi waktu terlama. Dimulai pada pukul 20.00 (Sabtu , 03/05) dan baru berakhir pada pukul 01.30 dini hari (4/5). Berlangsung selama 5, 5 jam, pembinaan bidang teknis dan administrasi yustisial tetap berlangsung antusias.

Antusiasme peserta ini selain karena “gaya” penyampaian materi oleh Ketua MA yang tidak membosankan, juga karena materinya seputar pelaksanaan tugas sehari-hari. Sebagaimana pembinaan sebelumnya, Ketua MA menyampaikan materi pembinaan seputar persoalan teknis dan administrasi yustisial berdasarkan laporan yang diterimanya melalui surat-surat yang ditujukan kepada Ketua MA.

Pembinaan pimpinan MA ke daerah merupakan tradisi baru yang digagas oleh Ketua MA, Hatta Ali. Tradisi ini menggantikan agenda tahunan Rakernas yang dinilai kurang efektif. Menurut Ketua MA, Rakernas hanya diikuti oleh kalangan terbatas yaitu pimpinan ketua pengadilan tinggi dan tingkat pertama kelas I.A.

Proses desiminasi informasi hasil Rakernas pun oleh para peserta tidak berjalan dengan baik. Sejak digulirkannya kebijakan pembinaan langsung ke daerah, Pembinaan di Wakatobi ini merupakan kali ke 17. Ketua MA berharap daerah yang belum dilakukan pembinaan langsung, dapat diselesaikan hingga akhir tahun ini, termasuk daerah-daerah yang selama ini belum tersentuh pembinaan, terutama yang banyak pembentukan pengadilan baru.

Dengan model pembinaan langsung seperti ini, peserta lebih menyeluruh dan kami pun bisa menyerap aspirasi langsung. Kesempatan tanya jawab pun lebih luas, ujar Ketua MA.

PELANTIKAN HAKIM TINGGI

Written by Moh. Ridwan, SHI

03 February 2014

PTA Surabaya gelar pelantikan 4 Hakim Tinggi dan 8 Ketua Pengadilan Agama serta Wakil Panitera PTA Surabaya

Bertempat di aula Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya, kamis (30/1/2014) dilangsungkan Upacara Pelantikan 4 (empat) Hakim Tinggi PTA Sutabaya, Pelantikan dan Serah Terima Jabatan 8 (delapan) Ketua Pengadilan Agama di wilayah Jawa Timur Dan Pelantikan Wakil Panitera PTA Surabaya.

20140130 pelatikan2Dalam suasana yang penuh khidmat, tepat pukul 09:00 WIB, Ketua PTA Surabaya Dr. H. M. Rum Nessa, S.H., M.H. memasuki ruang upacara pelantikan. Acara dimulai dengan pembacaan Surat Kepetusan, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan Wakil Panitera PTA Surabaya dan 8 (delapan) Ketua Pengadilan Agama.

Pada kesempatan ini, seluruh pejabat yang akan dilantik membaca Pakta Integritas yang dipimpin oleh seorang Hakim Tinggi yang dilantik. Dihadapan Ketua PTA Surabaya secara bergantian dilakukan penandatanganan Pakta Integritas. Acara dilanjutkan dengan prosesi pelantikan yang dilakukan langsung oleh Ketua PTA Surabaya kepada 4 (empat) Hakim Tinggi, 8 (delapan) Ketua Pengadilan Agama, dan Wakil Panitera PTA Surabaya, diikuti dengan lagu Bagimu Negeri.

Ikut hadir dalam acara tersebut Ketua PTA Bandung Dr. H. Chatib Rasyid, S.H., M.H., Ketua PTA Mataram Drs.H.A. Karim A. Razak, S.H., M.H., Ketua PTA Palembang Drs. Yasmidi, S.H., M.H., dan Wakil Ketua PTA Semarang Drs. H.M. Said Munji, S.H., M.H., serta Ketua, Wakil Ketua dan Panitera/Sekretaris Pengadilan Agama se Jawa Timur.

20140130 pelatikan1

Foto pelantikan Hakim Tinggi PTA Surabaya, Ketua Pengadilan Agama dan Wakil Panitera PTA Surabaya

Hakim Tinggi yang dilantik :

1. Drs H. Zubair Masruri, S.H.

2. Drs. H. Busro Bin Mustahal, S.H., M.S.I.

3. H.M. Munir Achmad, S.H., M.Hum.

4. Drs. H. Moh. Chamid, S.H., M.H.

Ketua Pengadilan Agama yang dilantik :

1. Agus Purwanto, S.H. menjadi Ketua PA Banyuwangi

2. Drs. Ilham Abdullah, S.H., M.Kn. menjadi Ketua PA

3. Drs. M. Edy Afan, M.H. menjadi Ketua PA Kota Kediri

4. Drs. H. Abd. Salam, S.H., M.H. menjadi Ketua PA Magetan

5. Drs. H, Mudjahidin A.R., M.Hum. menjadi Ketua PA Pamekasan

6. Drs. Musaddad Zuhdi, M.H. menjadi Ketua PA Pacitan

7. Drs. H.M. Munawan, S.H., M.Hum. menjadi Ketua PA Trenggalek

8. Drs. H. Muhammad Syafi, S.H., M.H. menjadi Ketua PA Kangean

Wakil Panitera PTA Surabaya :

H. Syaifuddin Latief, S.H.

SEMINAR HUKUM PENGADILAN AGAMA DI SUMENEP

Written by Moh. Ridwan, SHI

14 January 2014

SEMINAR HUKUM PENGADILAN AGAMA

SE-WILAYAH PTA SURABAYA

DI KOTA SUMENEP

Pansek, Wakil Ketua, Ketua PTA Surabaya dan Ketua PA.Sumenep

Tepatnya di hari Kamis dan Jum’at, tanggal 9-10 Januari 2014 bertempat di Hotel C I Kota Sumenep, Pengadilan Agama Koordinator Sumenep menyelenggarakan acara Diskusi Hukum yang diikuti oleh Ketua, Wakil Ketua dan Pansek PA Se-Jawa Timur serta Wakil Ketua dan Hakim Se-Koordinator Madura (PA.Bangkalan, PA.Sampang, PA.Pamekasan, PA. Sumenep,dan PA Kangean)

Hadir sebagai Nara Sumber Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya Dr. H. M. Rum Nessa, M.Hum. Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya Drs. Amran Suadi, SH, MH., para Hakim Tinggi.

Pembukaan diskusi dimulai pada pukul 19.30 WIB tanggal 9 Januari 2014 dengan pembawa acara Elly Kusdiana Hobaidah, S.Ag. dari Pengadilan Agama Sumenep.

Selanjutnya sambutan-sambutan, sambutan pertama disampaikan Wakil Ketua Pengadilan Agama Sumenep selaku Ketua Panitia dan Sambutan kedua disampaikan oleh Ketua Pengadilan Agama Sumenep selaku Ketua Koordinator Madura, yang pada pokoknya mengucapkan Selamat Datang dan Terimakasih atas kehadiran Bapak Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, para Hakim Tinggi yang berkesempatan hadir,

Selanjutnya sambutan-sambutan, sambutan pertama disampaikan Wakil Ketua Pengadilan Agama Sumenep selaku Ketua Panitia dan Sambutan kedua disampaikan oleh Ketua Pengadilan Agama Sumenep selaku Ketua Koordinator Madura, yang pada pokoknya mengucapkan Selamat Datang dan Terimakasih atas kehadiran Bapak Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, para Hakim Tinggi yang berkesempatan hadir,

Ketua Pengadilan Agama Sumenep dalam sambutannya mengungkapkan, Seminar Hukum kali ini agak berbeda dengan diskusi-diskusi sebelumnya, ia mengungkapkan bahwa kalau diskusi terdahulu tema yang diusung tidak lepas dari kata “Dengan Diskusi ini kita......” akan tetapi seminar kali ini bertajuk “ PEMBARUAN HUKUM ISLAM MENUJU PERADILAN AGAMA YANG MODERN” yang kajiannya konsentrasi pada penyelesaian sengketa ekonomi syariah di pengadilan agama.

Sambutan yang ketiga oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, tak lupa Beliau mengucapkan terimakasih kepada panitia dan seluruh peserta yang hadir dalam Acara Pembukaan Diskusi Hukum. Menurut beliau, Diskusi ini sangat penting bagi para Aparat Peradilan Agama utamanya untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dalam penyelesaian sengketa ekonomi syariah’. Dalam sambutannya Bapak Ketua PTA Surabaya juga menyampaikan beberapa diantaranya beliau mengungkapkan bahwa Pemilihan Makalah ekonomi syariah yang dianggap urgen dari sekian makalah yang masuk, diharapkan agar timbul pikiran-pikiran atau ide-ide yang bisa menyatukan persepsi hakim di wilayah PTA Surabaya.

Setelah menyampaikan sambutannya tersebut Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya membuka secara resmi Seminar Hukum dengan ucapan Basmalah.

Acara Pembukaan Seminar Hukum ini ditutup dengan Pembacaan Doa oleh salah satu hakim Pengadilan Agama Sumenep yang telah dipromosikan sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Kangean Drs. H. Imam Farok . pada pukul 20.30WIB.

Kemudian pada esok harinya tepat pukul 07.30 WIB Acara Diskusi Hukum dimulai dan dipandu oleh moderator diskusi yang pertama Dra. Farhanah, M.H. (Hakim Pengadilan Agama Pamekasan).

Makalah pertama berjudul : “PENYELESAIAN SENGKETA ATAU KEPERDATAAN LAIN DALAM PERKARA EKONOMI SYARIAH”. Disampaikan oleh Nurul Drs. Achmad Nurul Huda, S.H, MH (Wakil Ketua Pengadilan Agama Bangkalan).

Setelah pemakalah pertama selesai pukul 09.30 WIB, dilanjutkan dengan Acara Diskusi Hukum yang Kedua dimulai dan dipandu oleh moderator diskusi Drs. H. Misbah, M.H. dari Pengadilan Agama Sampang. Makalah kedua berjudul “PERBUATAN MELAWAN HUKUM (DHAMA AL “UDWAN) DALAM KEGIATAN EKONOMI ISLAM”. Disusun oleh : Drs. H. MUHDI KHOLIL, SH., MH, MM. (Ketua Pengadilan Agama Kangean ).

Acara seminar ini berlangsung hangat, bahkan dapat dikatakan cukup panas dengan petanyaan dan kritikan tajam kepada para pemakalah, mulai pemakalah pertama sampai akhir seminar, bahkan Drs. A. Rofiq ZA. (hakim PA Sampang) salah satu peserta seminar  dalam kritikannya mengatakan bahwa pemakalah I sudah berada dalam kesesatan dan harus diselamatkan agar kembali ke jalan yang benar”

diakhir acara diskusi ini ditutup oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya yang pada pokoknya menyampaikan bahwa seminar hukum kali inii berlangsung sukses sesuai dengan harapan.

Ketua dan Wakil Ketua

Drs. MARWAN, MH.

Drs. KAFIT , M.H

Foto Pegawai

Pelayanan

Agenda Kegiatan

Agenda kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan di Pengadilan Agama Sumenep.

Galeri Foto

Galeri foto kegiatan di Pengadilan Agama Sumenep.

Buku Tamu

Buku Tamu untuk pengunjung yang ingin meninggalkan pesan. Klik di sini

Hubungi Kami:

Contact us

Member Login

Kunjungan halaman

093449
Hari iniHari ini32
Bulan IniBulan Ini2006
Total KunjunganTotal Kunjungan93449
We have 6 guests online

Link Instansi

Aplikasi Online