pa-sumenep.go.id – Kolaborasi lintas sektor menjadi sorotan utama dalam Workshop Kesehatan Reproduksi yang digelar di Ballroom Hotel De Bagraf Sumenep, Selasa, 10 Februari 2026. Kegiatan ini menghadirkan Hakim Pengadilan Agama Sumenep, Dra. Farhanah, M.H., sebagai narasumber kunci yang membahas peran hukum, kesehatan, dan pendidikan secara terpadu. Acara tersebut mempertemukan unsur peradilan, tenaga kesehatan, pendidik, dan komunitas untuk membangun kesadaran bersama.

Dalam paparannya, Dra. Farhanah, M.H., menegaskan bahwa perlindungan kesehatan reproduksi memerlukan sinergi nyata antar lembaga. “Kolaborasi adalah jembatan keadilan dan kemanusiaan, karena keputusan yang tepat lahir dari kerja bersama,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis empati agar kebijakan dan layanan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Workshop ini menampilkan diskusi interaktif lintas sektor yang membedah kasus, regulasi, dan praktik terbaik di lapangan. Para peserta didorong untuk berani berinovasi dan saling membuka akses data demi layanan yang berkelanjutan. “Jangan berjalan sendiri, karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama,” menjadi pesan motivatif yang menggugah.

Melalui kegiatan ini, panitia berharap terbentuk jejaring kolaborasi yang solid antara institusi hukum, kesehatan, dan masyarakat. Semangat kebersamaan yang terbangun diyakini mampu memperkuat pencegahan, edukasi, dan perlindungan kesehatan reproduksi di Sumenep. “Teruslah bergerak dan berkolaborasi, sebab masa depan yang sehat adalah hasil dari komitmen hari ini,” tutup Dra. Farhanah, M.H. (Tim Medsos)