pa-sumenep.go.id – Jumat, 28 Agustus 2026 Turnamen Persatuan Tenis Warga Peradilan (PTWP) Peradilan Agama se-Madura resmi bergulir di Kabupaten Sumenep. Kegiatan olahraga yang mempertemukan kontingen Peradilan Agama (PA) se-Madura tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun semangat sportivitas dan persaudaraan di lingkungan peradilan. Dalam ajang ini, masing-masing kontingen mengirimkan pemain terbaiknya untuk berkompetisi dan menunjukkan kemampuan terbaik di lapangan.

Acara pembukaan turnamen berlangsung meriah dan dibuka secara langsung oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Sumenep, Ir. Dedi Falahuddin, S.T., M.T., yang hadir mewakili Bupati Sumenep karena berhalangan hadir. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Pengadilan Negeri Sumenep, Warsito, S.H., M.H., beserta sejumlah tamu undangan dan jajaran terkait. Kehadiran para pejabat dan tamu penting tersebut semakin menambah semarak pelaksanaan turnamen yang mengusung semangat kebersamaan di antara warga peradilan se-Madura.

Dalam pertandingan, para peserta akan beradu kemampuan melalui sejumlah kategori, mulai dari single, ganda hakim, ganda karyawan, ganda campuran, hingga kategori Ibu DYK. Sebagai tuan rumah, PA Sumenep telah mempersiapkan sejumlah fasilitas lapangan tenis untuk menunjang kelancaran seluruh rangkaian pertandingan. Pertandingan digelar di Lapangan Tenis yang berlokasi di Jalan Basuki Rahmad, sisi selatan Labeng Mesem/Kraton Sumenep, serta Lapangan Tenis di Kompleks Kantor Bupati Sumenep, Jalan Dr. Cipto.
Baca Juga : Meja Hijau Bukan Segalanya, Mediator Non Hakim PA Sumenep Berhasil Satukan Kembali Pasutri
Pembukaan turnamen ditutup dengan prosesi pelepasan balon udara dan foto bersama, yang menjadi simbol dimulainya rangkaian kompetisi dengan penuh semangat dan harapan. Turnamen ini tidak semata-mata tentang siapa yang keluar sebagai juara, tetapi juga tentang bagaimana olahraga mampu mempertemukan insan peradilan dalam suasana yang lebih akrab, sehat, dan penuh kekeluargaan. “Prestasi memang penting, tetapi persaudaraan dan sportivitas jauh lebih utama. Menanglah dengan rendah hati dan bertandinglah dengan penuh kehormatan,” menjadi semangat yang tercermin dalam penyelenggaraan turnamen tersebut.

Melalui PTWP Peradilan Agama se-Madura, diharapkan lahir prestasi-prestasi baru sekaligus semakin kuatnya hubungan kekeluargaan antarwarga peradilan. Setiap pukulan, setiap pertandingan, dan setiap perjuangan di lapangan menjadi bagian dari proses untuk memberikan yang terbaik. Karena sejatinya, kemenangan terbesar bukan hanya ketika mengangkat trofi, melainkan ketika mampu menorehkan prestasi tanpa kehilangan semangat persaudaraan. “Bertanding untuk berprestasi, bersahabat untuk selamanya” menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan turnamen ini sebagai pengalaman berharga bagi semua. (Tim Medsos)