pa-sumenep.go.id – Meja hijau ternyata bukan selalu menjadi akhir dari sebuah rumah tangga. Hal itu terbukti dalam proses mediasi perkara perceraian Nomor 1265/Pdt.G/2026/PA.Smp di Pengadilan Agama (PA) Sumenep, Rabu (26/8/2026). Bertempat di ruang mediasi PA Sumenep, Mediator Non Hakim Zainatul Mutiah, S.H.I. berhasil mempertemukan kembali hati pasangan suami istri yang sebelumnya telah mengajukan gugatan perceraian.

Mediasi tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memberikan ruang kepada kedua belah pihak agar dapat menyampaikan persoalan, harapan, serta keinginan masing-masing secara terbuka dan kekeluargaan. Dengan pendekatan yang mengedepankan komunikasi dan mencari titik temu, Zainatul Mutiah berhasil membantu pasangan tersebut melihat kembali perjalanan rumah tangga mereka serta mempertimbangkan masa depan keluarga sebelum mengambil keputusan untuk berpisah. Proses mediasi akhirnya dinyatakan berhasil, dan kedua pasangan sepakat untuk kembali mempertahankan rumah tangganya.
Baca Juga : Perkuat Komunikasi Internal, PA Sumenep Gelar Briefing Rabu Pagi
“Meja hijau bukanlah satu-satunya jalan keluar ketika rumah tangga menghadapi persoalan. Selama masih ada kemauan untuk saling mendengarkan, memahami dan memperbaiki diri, selalu ada harapan untuk menemukan jalan terbaik,” ujar Zainatul Mutiah, S.H.I., dalam semangat mendorong perdamaian di antara para pihak. Keberhasilan mediasi ini sekaligus menunjukkan bahwa mediasi bukan sekadar tahapan dalam proses perkara, melainkan kesempatan bagi pasangan untuk berhenti sejenak, berdialog, dan mempertimbangkan kembali keputusan yang akan menentukan masa depan keluarga.

Kisah tersebut menjadi motivasi bahwa perceraian sebaiknya bukan menjadi pilihan pertama ketika konflik rumah tangga muncul. “Jangan terburu-buru mengakhiri sesuatu yang masih bisa diperbaiki. Karena terkadang, satu percakapan yang jujur dan satu kesempatan untuk saling memahami dapat menyelamatkan sebuah keluarga,” menjadi pesan yang tercermin dari keberhasilan mediasi tersebut. Dari ruang mediasi PA Sumenep pada Rabu, 26 Agustus 2026, lahir sebuah pelajaran berharga: perdamaian bukan berarti mengabaikan masalah, tetapi keberanian untuk menyelesaikannya bersama. (Tim Medsos)