pa-sumenep.go.id – Pelatihan peningkatan kompetensi manajemen risiko yang diselenggarakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) bagi seluruh sekretaris di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia memasuki hari ketiga pada Rabu, 29 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara distance learning dan diikuti oleh para sekretaris dari berbagai satuan kerja peradilan di Indonesia, termasuk Sekretaris Pengadilan Agama (PA) Sumenep. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas aparatur dalam mengelola risiko secara sistematis guna mendukung tata kelola peradilan yang akuntabel dan transparan.

Pada hari ketiga pelaksanaan, peserta mendapatkan materi lanjutan yang berfokus pada praktik implementasi manajemen risiko di lingkungan kerja masing-masing. Melalui metode pembelajaran daring, para peserta diajak memahami bagaimana cara mengidentifikasi potensi risiko, menganalisis dampaknya, serta menyusun langkah mitigasi yang tepat. Interaksi aktif antara peserta dan narasumber tetap terjaga melalui diskusi virtual, studi kasus, dan sesi tanya jawab yang dinamis.
Baca Juga : Operator Keuangan PA Sumenep Ikuti Bimtek CMS BRI 2026, Siap Perkuat Layanan Keuangan Digital
Sekretaris PA Sumenep menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan manfaat besar dalam menunjang tugasnya sehari-hari. “Kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan kami di lapangan. Meskipun dilaksanakan secara daring, materi yang disampaikan sangat aplikatif dan mudah dipahami. Ini membantu kami untuk lebih siap dalam menghadapi berbagai risiko kerja,” ujarnya. Ia juga menegaskan komitmennya untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh demi meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh sekretaris di lingkungan Mahkamah Agung RI mampu mengoptimalkan penerapan manajemen risiko di satuan kerja masing-masing. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun budaya kerja yang lebih profesional dan adaptif terhadap perubahan. Sebagai motivasi, pelatihan ini menanamkan semangat bahwa “risiko bukanlah hambatan, melainkan peluang untuk memperkuat kualitas dan mencapai kinerja yang lebih unggul.” (Tim Medsos)