pa-sumenep.go.id – Ketua Pengadilan Agama (PA) Sumenep, Dr. M. Syaefuddin, S.H.I., M.Sy., mendorong seluruh aparatur untuk terus membangun budaya kerja yang berkualitas dengan menjadikan disiplin sebagai bagian dari integritas dalam menjalankan tugas. Pesan tersebut disampaikan dalam pembinaan pada Apel Pagi, Senin (5/10/2026), yang berlangsung di halaman Kantor PA Sumenep. Dalam kesempatan itu, Ketua menekankan bahwa kedisiplinan bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan cerminan sikap dan tanggung jawab setiap aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Dr. M. Syaefuddin, budaya kerja yang baik harus dimulai dari hal-hal sederhana, seperti hadir tepat waktu, melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, serta menjaga sikap dan etika dalam memberikan pelayanan. Ia mengingatkan bahwa setiap aparatur memiliki peran dalam membangun citra lembaga di mata masyarakat. “Disiplin adalah cermin integritas. Ketika kita mampu disiplin dalam menjalankan tugas, berarti kita sedang menunjukkan bahwa kita menghargai pekerjaan, institusi, dan masyarakat yang kita layani,” tegasnya.
Selain menyoroti kedisiplinan, Ketua PA Sumenep juga mengingatkan seluruh aparatur agar senantiasa menjaga kenyamanan para pencari keadilan selama menerima pelayanan, mulai dari penerimaan perkara hingga proses persidangan. Para aparatur diminta mengedepankan keramahan, kesabaran, dan sikap profesional serta tidak menunjukkan ekspresi atau perilaku yang dapat membuat masyarakat merasa tidak nyaman. “Jangan marah-marah atau menunjukkan wajah masam di hadapan para pencari keadilan. Mereka datang ke sini untuk mendapatkan pelayanan dan keadilan, sehingga sudah menjadi kewajiban kita untuk memberikan pelayanan dengan sikap yang baik,” pesannya.
Baca Juga : Melangkah Bersama Menuju Peradilan Modern, Pimpinan PA Sumenep Hadiri Rakor Bulanan Wilayah PTA Surabaya
Ia juga mengingatkan bahwa ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan, apabila sampai menjadi laporan, dapat memberikan dampak buruk terhadap citra dan kepercayaan terhadap institusi. Karena itu, seluruh aparatur diharapkan mampu menjaga setiap proses pelayanan dengan sebaik-baiknya dan menjadikan setiap interaksi dengan masyarakat sebagai kesempatan untuk menunjukkan profesionalisme lembaga. Menurutnya, kualitas pelayanan tidak hanya diukur dari cepat atau tidaknya suatu proses, tetapi juga dari bagaimana masyarakat diperlakukan dengan hormat dan manusiawi.

Melalui pembinaan tersebut, Ketua PA Sumenep mengajak seluruh aparatur untuk menjadikan disiplin, integritas, dan pelayanan prima sebagai budaya kerja yang dilakukan secara konsisten, bukan hanya ketika diawasi. “Mari kita bekerja dengan hati, disiplin dalam menjalankan amanah, dan santun dalam melayani. Karena pelayanan yang baik hari ini adalah investasi kepercayaan masyarakat untuk masa depan,” ujarnya. Pesan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh aparatur PA Sumenep untuk terus berbenah, meningkatkan kualitas kerja, serta menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kepuasan para pencari keadilan. (Tim Medsos)