pa-sumenep.go.id – Pengadilan Agama Sumenep memulai langkah strategis dalam mendokumentasikan perjalanan institusi dengan membentuk Tim Penyusunan Sejarah Pengadilan Agama Sumenep. Rapat perdana tim tersebut digelar pada Rabu, 1 Juli 2026, bertempat di Ruang Media Center PA Sumenep. Kegiatan ini menjadi tonggak awal penyusunan sejarah institusi secara komprehensif sebagai upaya menjaga rekam jejak, nilai perjuangan, serta perkembangan organisasi dari masa ke masa.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua PA Sumenep, M. Syaefuddin, S.H.I., M.Sy., dan dihadiri oleh seluruh anggota tim yang terdiri atas jajaran pimpinan, unsur hakim, serta seluruh Tim Teknologi Informasi (IT) PA Sumenep. Dalam rapat tersebut dibahas arah penyusunan sejarah, mekanisme pengumpulan data, penelusuran arsip, dokumentasi, hingga pembagian tugas kepada masing-masing anggota agar proses penyusunan dapat berjalan sistematis, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam arahannya, Ketua PA Sumenep menegaskan bahwa penyusunan sejarah institusi bukan sekadar mengumpulkan dokumen lama, melainkan membangun identitas dan warisan organisasi bagi generasi penerus. “Sejarah adalah fondasi yang menguatkan jati diri sebuah institusi. Apa yang kita susun hari ini akan menjadi sumber pembelajaran, inspirasi, dan referensi bagi generasi yang akan datang. Oleh karena itu, mari kita bekerja secara kolaboratif, teliti, dan penuh tanggung jawab agar sejarah PA Sumenep dapat terdokumentasi secara utuh dan berkualitas,” ujar M. Syaefuddin.
Baca Juga : Peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Ketua PA Sumenep Hadiri Upacara Bersama Forkopimda di Polres Sumenep
Pembentukan tim ini merupakan bentuk komitmen PA Sumenep dalam melestarikan memori kelembagaan sekaligus mendukung pengelolaan arsip dan informasi yang lebih baik. Melalui sinergi antara unsur pimpinan, hakim, dan Tim IT, diharapkan proses digitalisasi data, verifikasi dokumen, serta penyusunan narasi sejarah dapat menghasilkan karya yang tidak hanya bernilai historis, tetapi juga menjadi sumber informasi yang kredibel bagi masyarakat dan lingkungan peradilan.

Semangat kebersamaan yang terbangun dalam rapat perdana ini menjadi modal penting bagi keberhasilan penyusunan sejarah institusi. Sebab, sebuah organisasi yang menghargai sejarah akan lebih siap menghadapi masa depan dengan pijakan yang kuat. Seperti ungkapan yang relevan dengan semangat kegiatan ini, “Bangsa dan institusi yang besar adalah mereka yang tidak pernah melupakan sejarahnya. Dengan memahami perjalanan masa lalu, kita dapat melangkah lebih bijaksana menuju masa depan yang lebih gemilang.” (Tim Medsos)