pa-sumenep.go.id – Pengadilan Agama Sumenep terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan kapasitas dan mental aparatur. Pada Selasa, 12 Mei 2026, sejumlah ASN PA Sumenep mengikuti kegiatan Virtual Sharing Session 20 yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia bekerja sama dengan ESQ Corp. Kegiatan yang mengusung tema “Rekonsiliasi Jiwa: Membangun Emotional Resilience ASN sebagai Pilar Pemulihan Pasca Bencana” ini dilaksanakan secara virtual dan diikuti oleh aparatur sipil negara dari berbagai instansi sebagai bentuk penguatan mental, emosional, dan profesionalisme ASN dalam menghadapi tantangan pelayanan publik.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya membangun ketahanan emosional, menjaga keseimbangan mental, serta meningkatkan semangat pengabdian di tengah dinamika pekerjaan dan kondisi pasca bencana. Melalui sesi interaktif dan inspiratif, para narasumber memberikan pemahaman tentang bagaimana ASN dapat tetap produktif, adaptif, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat meskipun berada dalam situasi penuh tantangan. Kehadiran ASN PA Sumenep dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen institusi untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas kinerja pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan.
Salah satu ASN PA Sumenep, Moh. Ridwan, S.H.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan motivasi dan energi positif dalam menjalankan tugas sehari-hari. “Ketahanan emosional menjadi hal penting bagi ASN agar tetap mampu bekerja secara profesional, tenang, dan penuh empati dalam melayani masyarakat. Kegiatan ini membuka wawasan kami bahwa kekuatan mental dan spiritual adalah pondasi utama dalam memberikan pelayanan prima,” ungkapnya. Selain itu, materi yang disampaikan juga dinilai mampu membangun semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan kerja.

Melalui partisipasi aktif dalam Virtual Sharing Session ini, ASN PA Sumenep diharapkan semakin siap menghadapi berbagai tantangan kerja dengan sikap optimis, tangguh, dan humanis. Penguatan kompetensi tidak hanya dilakukan melalui peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga melalui pembinaan mental dan emosional agar tercipta aparatur yang berintegritas dan berdaya saing. “ASN yang hebat bukan hanya yang cerdas dalam bekerja, tetapi juga kuat dalam menghadapi tekanan dan tulus dalam melayani,” menjadi motivasi yang menginspirasi seluruh peserta dalam kegiatan tersebut. (Tim Medsos)