pa-sumenep.go.id – Panitera Pengadilan Agama (PA) Sumenep, Imran Saleh, S.H., M.H., mengikuti Pelatihan Manajemen Risiko yang diselenggarakan oleh Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan melalui Pusdiklat Manajemen dan Kepemimpinan Mahkamah Agung RI. Kegiatan ini berlangsung secara daring mulai Senin, 4 Mei hingga 7 Mei 2026. Pelatihan tersebut diikuti oleh para Panitera peradilan dari berbagai satuan kerja di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan peradilan.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai pentingnya manajemen risiko dalam mendukung tata kelola organisasi yang efektif dan akuntabel. Dalam kegiatan tersebut, para peserta dibekali materi terkait identifikasi, analisis, hingga mitigasi risiko yang berpotensi muncul dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan metode pembelajaran interaktif secara online, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di satuan kerja masing-masing.
Baca Juga : Ketua PA Sumenep Sampaikan Perma No 9 Tahun 2016 dalam Apel Pagi
Imran Saleh menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam pelatihan ini merupakan bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di PA Sumenep. “Manajemen risiko bukan hanya sekadar teori, tetapi menjadi kebutuhan penting dalam memastikan setiap proses kerja berjalan dengan baik dan terhindar dari potensi hambatan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pemahaman yang baik terhadap manajemen risiko akan membantu organisasi dalam mengambil keputusan yang lebih tepat dan strategis.

Di akhir kegiatan, diharapkan seluruh peserta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan kerja masing-masing. Imran pun memberikan motivasi agar seluruh aparatur peradilan terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. “Kesempatan belajar seperti ini adalah investasi berharga. Jangan pernah berhenti meningkatkan kapasitas diri, karena dari situlah kita bisa memberikan kontribusi terbaik bagi institusi dan masyarakat,” pesannya. (Tim Medsos)