pa-sumenep.go.id – Komitmen Pengadilan Agama Sumenep Kelas IA dalam menghadirkan pelayanan prima kepada masyarakat tercermin sejak langkah pertama para pencari keadilan memasuki area pengadilan. Pada Rabu (29/7/2026), petugas keamanan (Security) Muhammad Fauzi tampak menyambut setiap tamu dengan senyum ramah, sikap humanis, serta pelayanan yang penuh kesopanan. Sambutan hangat tersebut menjadi bagian dari upaya PA Sumenep dalam menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan bersahabat bagi seluruh pengguna layanan.

Pelayanan yang diberikan tidak hanya sebatas pemeriksaan keamanan di pintu masuk. Setelah memastikan keamanan setiap pengunjung, petugas juga memberikan tanda pengenal sesuai dengan kategori masing-masing, baik kepada para pihak berperkara, para saksi, maupun kuasa hukum. Langkah ini dilakukan untuk mendukung ketertiban administrasi sekaligus memberikan kemudahan dalam proses pelayanan selama berada di lingkungan Pengadilan Agama Sumenep.
Muhammad Fauzi menuturkan bahwa setiap pengunjung berhak mendapatkan pelayanan terbaik sejak pertama kali datang ke pengadilan. Menurutnya, senyum, keramahan, dan sikap menghormati merupakan bagian penting dari pelayanan publik yang berkualitas. “Kami ingin setiap pencari keadilan merasa dihargai dan nyaman sejak memasuki gerbang Pengadilan Agama Sumenep. Pelayanan yang baik dimulai dari kesan pertama,” ujarnya.
Baca Juga : Ketua PA Kangean Sambangi Pimpinan PA Sumenep, Perkuat Koordinasi dan Tingkatkan Kualitas Pelayanan
Pelayanan humanis di pintu masuk merupakan implementasi nyata komitmen PA Sumenep dalam membangun budaya kerja yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Dengan mengedepankan prinsip pelayanan prima, seluruh unsur di lingkungan PA Sumenep, termasuk satuan pengamanan, berperan aktif menciptakan pengalaman pelayanan yang tertib, aman, sekaligus memberikan rasa tenang bagi masyarakat yang datang untuk mencari keadilan.

Melalui pelayanan yang dimulai dari gerbang pengadilan, PA Sumenep menunjukkan bahwa kualitas pelayanan bukan hanya di ruang persidangan, melainkan hadir dalam setiap interaksi dengan masyarakat. Semangat melayani dengan hati menjadi fondasi untuk membangun kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan. “Senyum yang tulus adalah awal dari pelayanan yang bermakna, dan pelayanan terbaik lahir dari ketulusan untuk menghargai setiap orang yang datang mencari keadilan.” (Tim Medsos)