Pengadilan Agama Sumenep

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

PENGADILAN AGAMA SUMENEP KELAS I A

Operator Umum dan Keuangan PA Sumenep Ikuti Asistensi Penyusunan Laporan Keuangan Semester I Tahun 2026 untuk Pertahankan Predikat WTP

pa-sumenep.go.id – Dalam upaya mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang telah diraih, Operator Umum dan Keuangan Pengadilan Agama (PA) Sumenep mengikuti kegiatan Asistensi Penyusunan Laporan Keuangan Semester I Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh Pengadilan Tinggi Surabaya. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 8 hingga 10 Juli 2026, bertempat di Hotel Aloft Surabaya, dan diikuti oleh operator keuangan serta pengelola laporan keuangan dari berbagai satuan kerja di wilayah Jawa Timur.

Kegiatan asistensi ini bertujuan meningkatkan kualitas penyusunan laporan keuangan yang akuntabel, transparan, dan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. Melalui pendampingan teknis, pembahasan berbagai kendala, serta evaluasi terhadap penyusunan laporan Semester I Tahun 2026, para peserta memperoleh pembaruan regulasi dan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi di masing-masing satuan kerja. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas tata kelola keuangan sekaligus memperkuat komitmen seluruh satuan kerja untuk terus mempertahankan opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan.

Baca Juga : Panitera Muda Hukum PA Sumenep Hadiri Penyusunan Peta Jalan Kependudukan Berkelanjutan di BAPPEDA Sumenep

PA Sumenep diwakili oleh Moh. Ridwan, S.H.I. selaku Operator Umum dan Dewi Arifah selaku Operator Keuangan. Keduanya mengikuti seluruh rangkaian asistensi secara aktif guna memastikan proses penyusunan laporan keuangan di PA Sumenep berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam kesempatan tersebut, Moh. Ridwan menyampaikan, “Kegiatan asistensi ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai penyusunan laporan keuangan yang baik dan benar. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan secara maksimal sehingga kualitas laporan keuangan PA Sumenep semakin meningkat dan mampu mempertahankan predikat WTP.”

Senada dengan hal tersebut, Dewi Arifah menilai bahwa kegiatan asistensi menjadi momentum penting untuk meningkatkan kompetensi pengelola keuangan di lingkungan peradilan. “Melalui forum ini, kami tidak hanya memperoleh pembaruan kebijakan dan teknis penyusunan laporan keuangan, tetapi juga dapat berdiskusi langsung dengan narasumber dan peserta lain mengenai berbagai tantangan yang dihadapi. Pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk menyusun laporan keuangan yang lebih akurat, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Keikutsertaan PA Sumenep dalam kegiatan asistensi ini menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang profesional, transparan, dan berintegritas. Dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta sinergi yang terus terjalin antara satuan kerja dan Pengadilan Tinggi Surabaya, diharapkan kualitas pengelolaan keuangan semakin optimal. Sebagaimana ungkapan yang menjadi penyemangat dalam pengelolaan keuangan negara, “Akuntabilitas bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi, tetapi merupakan wujud tanggung jawab kepada masyarakat. Ketelitian hari ini adalah fondasi kepercayaan untuk masa depan.” (Tim Medsos)

Tinggalkan komentar

-Translate-